Laman

Sabtu, 21 Juni 2014

Kabar Gembira Bagi Orang yang Sabar


           Assalamu'alaikum wr. wb.

           Mberr... aku mau nanya nih, pernah nggak sih kalian itu merasa sedih, kesal, atau pun marah ketika ditimpa musibah ? Pasti pernah dong ? Aku aja pernah merasakan hal seperti itu. Itu manusiawi kok, tapi itu artinya kita tidak sabar dalam menghadapi suatu musibah. Padahal Allah akan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.
         
          Firman-Allah Subhanahu Wa Ta'ala:


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Walanabluwannakum bisyay-in mina alkhawfi waaljuu'i wanaqshin mina al-amwaali waal-anfusi waaltstsamaraati wabasysyiri alshshaabiriina

Artinya:

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar".

(QS. Al-Baqarah[2]:155).

          Mberr... dari firman Allah di atas di jelaskan bahwa Allah akan memberikan cobaan kepada kita berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. kita ambil saja contoh sebuah kejadian baru-baru ini yaitu meletusnya Gunung Kelud. Disitukan orang-orang ketakutan, mereka kelaparan, harta-harta mereka hilang karena terjangan lahar panas dan bebatuan, dan juga mereka kehilangan keluarga dan para kerabat mereka. Tapi dibalik itu semua ada kabar gembira bagi orang-orang yang sabar menghadapi sebuah musibah.

          Nah... sekarang yang menjadi pertanyaannya, siapa sih dan seperti apa sih orang yang sabar tersebut ? Tenang mberr... itu akan di jelasin sama firman Allah yang satu ini:


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Alladziina idzaa ashaabat-hum mushiibatun qaaluu innaa lillaahi wa-innaa ilayhi raaji'uuna

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:
"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"

(QS. Al-Baqarah[2]:156).

          Nah mberr... udah kejawab kan sekarang siapa sih orang yang sabar itu. Oohh iya, kabar gembiranya belum aku kasih tau ya ? dari tadi cuma ngebahas definisi orang yang sabar... ehehehe maaf ya mberr.. Oke sekarang aku kasih datu deh kabar gembira seperti apa sih yang akan diberikan oleh Allah kepada orang yang sabar..?? ini dia... Check it dot...
 
          Jadi orang yang sabar itu akan mendapatkan kabar gembira berupa berkat, ampunan, rahmat dan pujian dari Allah, dan mereka itu mendapat petunjuk kepada jalan yang benar.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

ulaa-ika 'alayhim shalawaatun min rabbihim warahmatun waulaa-ika humu almuhtaduuna

Artinya:

"Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk".

(QS. Al-Baqarah[2]:157).

          Jadi mberr... apa bila kita ditimpa musibah maka jangan lah kita bersedih dan berkeluh kesah, tetapi hendaknya kita mengucapkan "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" karena apa yang kita miliki saat ini merupakan milik Allah dan akan kembali kepada Allah juga. Alangkah baiknya jika kita berbaik sangka bahwasanya akan ada kebaikan dari musibah ini.

         Oke mberr... ini dulu sedikit ilmu yang bisa aku berikan. Semoga sedikit ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kita sehari hari. Aamiin.. Jangan lupa ya beri komentar ataupun saran dibawah. Terimakasih atas kunjungannya.

          Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jumat, 20 Juni 2014

Cerita Nabi Musa dan Batunya

           Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bani Israil biasa mandi dengan bertelanjang, satu sama lain saling melihat anggota badan temannya. Tetapi Nabi Musa mandi seorang diri. Mereka mengatakan, ‘Demi Allah! Tidak ada yang melarang Musa mandi bersama-sama dengan kita kecuali karena dia berpenyakit, buah pelirnya besar.’

          Pada suatu kali, Nabi Musa mandi. Kainnya diletakkan di atas batu, lalu batu itu melarikan kain Nabi Musa dan beliau menyusulnya sambil berteriak, ‘Kainku! Kainku, wahai batu!’ Sehingga, Bani Isaril dapat melihat (aurat) Nabi Musa, lantas mereka berkata, ‘Demi Allah! Musa tidak berpenyakit apa-apa.’ Lalu Nabi Musa mengambil kainnya dan dipukulnya batu itu.”

Abu Hurairah berkata, “Pada batu itu terdapat enam atau tujuh bekas pukulan.”
Serta turunlah ayat yang berkenaan dengan cerita ini,
يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا لاَتَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ ءَاذَوْا مُوْسَى فَبَرَّأَهُ اللهُ مِمَّا قَالُوْا وَكَانَ عِنْدَ اللهِ وَجِيْهًا
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihakannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan dia adalah orang yang mempunyai kedudukan di sisi Allah.” (QS. Al-Ahzab: 69) (HR. Al-Bukhari no. 278 dan Muslim no. 2372)
Pelajaran yang dapat dipetik:
  1. Dalam keadaan darurat diperbolehkan telanjang. Adapun dalam kondisi wajar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada Muawiyah bin Al-Hakam, “Jagalah auratmu kecuali untuk istrimu atau budak-budak yang kamu miliki.”
  2. Ketika darurat, seperti pengobatan dan lain-lain, diperbolehkan melihat aurat orang lain.
  3. Diperbolehkan mandi telanjang jika seorang diri, dan yang lebih utama adalah memakai penutup.
  4. Syariat umat sebelum Nabi Muhammad yang bertentangan dengan syariat Muhammad, tidak menjadi syariat Muhammad.
  5. Para nabi adalah manusia-manusia yang berparas dan berakhlak sempurna.
  6. Para nabi, sebagaimana manusia, mempunyai sifat-sifat yang manusiawi, mereka bisa marah dan memukul.
  7. Menerangkan keteguhan dan kesabaran para nabi atas perilaku orang-orang bodoh dan gangguan mereka.
  8. Keutamaan rasa malu. Malu merupakan akhlak mulia dan sifat para nabi.
Apa sih bedanya "jatuh cinta" sama "jatuh mencintai" ?

          Assalamua'alaikum wr. wb.
          Halo mberr.. kali ini aku mau bagi-bagi sesuatu, yaa bisa dibilang sedikit ilmu lah mengenai apa sih bedanya "jatuh cinta" sama "jatuh mencintai" ? sedikit ilmu ini aku peroleh setelah aku bertapa di benteng Belanda gunung mandiangin selama tujuh hari tujuh malam, tujuh jam, tujuh menit, tujuh detik dan bla bla bla... hahahaha lebay.. sorry cuma becanda. sedikit ilmu ini aku peroleh dari buku yang pernah aku baca yang berjudul " The Power of Smile" penulisnya yang bernama S. Rahman. oke.. aku rasa udah cukup basa basinya, sekarang silahkan disimak en' dihayati aja deh sedikit ilmu ini.
          Pertama aku aka ngebahas kata "jatuh cinta". Kenapa juga ya peke kata jatuh cinta segala? Kan sakit kalo jatuh? Tapi emang iya sih, terkadang cinta bisa bikin sakit hati,. Itu kalo ditolak, tiba-tiba ditinggalin, ato diputusin oleh sang kekasih. Makanya nggak usah pake kata jatuh cinta deh, tapi jatuh mencintai aja. Emang beda ya "jatuh cinta" sama "jatuh mencintai" ? Tentu beda dong. kalo "jatuh cinta" kan konteksnya kepaksa. Orang bisa jatuh cinta sama sidia itu karena si dia ca'em, pinter, kaya, perhatian dan sebagainya. Tapi kalo ternyata kalo orang tadi ketemu sama si dia yang lebih ca'em, pinter, kaya , dan lebih perhatian, bakalan goyah deh cintanya yang dulu. Dia mungkin cari-cari alasan buat ninggalin si dia yang pertama tadi. Belum lagi kalo yang pertama ternyata punya banyak kekurangan, dia nggak seperti yang diharapkan sebelumnya. Cinta yang dulunya berkobar-kobar kaya sijago merah yang lagi ngamuk dipasar bakalan ilang kaya abis disiram pemadam kebakaran yang mula-mula surut, lalu padam juga.
          Trus kalo "jatuh cinta" itu kan biasanya ngarep tuk dicintai juga. Dia pengen orang yang dicintai selalu deket dengannya, selalu ada disampingnya, selalu ngasih kehangatan, kemesraan dan sebagainya. Tapi kalo itu udah nggak didapet lagi, sudah bisa ditebak kalo cintanya itu bakalan abis dan trus berpaling.
Nah kalo "mencintai" itu kan lain. Orang yang "mencintai" nggak ngarep dapat apa-apa. Yang penting dia udah ngasih cinta, itu udah membuat dia bahagia, walo cintanya sama sekali nggak pernah terbalas. Dia nggak pernah muntung, apa lagi broken heart. Pokoknya ia terus memberi dan memberi cinta. Kepada siapa saja, tak peduli kaya-miskin, ca'em-jelek, tua-muda, apa lagi kurus-gemuk.
          Jadi kesimpulannya "jatuh cinta" itu perasaan kasih sayang yang masih mengharapkan balasan dan bisa pudar atau pun hilang. Sedangkan "jatuh mencintai" itu perasaan kasih sayang yang tidak mengharapkan balasan apapun dan akan selalu ada sampai kapan pun.
Semoga sedikit ilmu ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan dipersilahkan untuk dibagikan kepada temen-temen kalian.
          Wassalamu'alaikum wr. wb.